Tampilkan postingan dengan label dfd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dfd. Tampilkan semua postingan

DFD : DO and DON'T

Setelah mengetahui apa itu DFD serta simbol atau notasi DFD, berikutnya adalah mengetahui aturan dalam membuat DFD apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan pada saat membuat DFD. Pada kasus ini akan digunakan notasi DFD dari DeMarco & Yourdon.

Membuat DFD

Setelah mengetahui fungsi dari diagram alir data serta notasi yang digunakan serta makna dari setiap notasi tersebut, maka selanjutnya adalah memahami langkah-langkah untuk menghasilkan suatu diagram alir data tersebut. Prosedur untuk menghasilkan suatu diagram alir data antara lain :

Data Flow Diagram

Setelah mengetahui Notasi Diagram Alir Data (DFD Notation), baik yang diusulkan oleh Gene & Sarson maupun Yourdon, beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menggambarkan Diagram Alir Data antara lain:

Data Flow Diagram

Diagram alir data merupakan model logik dari aliran data melalui sistem yang menunjukkan batas-batas sistem, proses dan entitas data yang berelasi secara logik.

Notasi Diagram Alir Data

Gane & Sarson dan Yourdon menggunakan metodologi analisis terstruktur (structured analysis methodologies) yang melibatkan diagram alir data. (Lihat juga salah satu methodologi yaitu SSADM). Metodologi ini menggunakan data flow diagram (DFD) untuk menyajikan secara graphis aliran data dari sumber, melalui suatu operasi atau proses ke tujuan.

Analisis Kebutuhan - Pendekatan Terstruktur

Requirements Analisys
Analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem yang diusulkan. Penekanannya adalah pada pemenuhan kebutuhan pengguna. Setiap kebutuhan (atau masalah) harus didefinisikan dan didokumentasikan dalam dokumen persyaratan sistem.