Statement Coverage Technique

Pada artikel sebelumnya, yaitu pada Code Coverage : White Box Testing Techniques telah dibahas beberapa kelompok testing yang termasuk Code Coverage yaitu Statement Coverage,Path Coverage,Condition Coverage dan Function Coverage. Pada artikel ini akan dibahas lebih mendetail dari masing-masing testing tersebut.

Basis Path Testing - Estimation of Complexity Measure V(G)

Ini adalah postingan pertama dari Basis Path Testing - Estimation of Complexity Measure V(G). Pembahasan akan dilakukan pada bagian kedua postingan ini. Postingan ini bertujuan untuk menggambarkan Flow Graph, mendapatkan Cyclomatic Complexity, V(G) dan independent path (path bebas) untuk kode sumber program pada bagian bawah postingan ini.

Cyclomatic Complexity V(G) - Basis Path Testing

Ini adalah bagian pertama untuk menghitung Cyclomatic Complexity V(G) - Basis Path Testing. Tujuan dari postingan ini adalah untuk menggambarkan Flow Graph, mendapatkan Cyclomatic Complexity, V(G) dan independent path (path bebas) untuk kode sumber program pada bagian bawah postingan ini.

Control Flow Graph & Notations


Flow Graph

Untuk menghitung ukuran kompleksitas logik dari suatu kode program, V(G), penguji melakukan basis path testing. Nilai V(G), menyatakan jumlah maksimum kasus uji yang harus didesain dengan mengidentifikasi sekumpulan basis ekseskusi paths untuk menjamin semua pernyataan dieksekusi paling tidak satu kali.
Testing is simple – all a tester needs to do is find a graph and cover it ” [Beizer, Software Testing Techniques book]

Code Coverage : White Box Testing Techniques

Apa itu Code coverage

Yaitu suatu metrik yang dimaksudkan untuk mengukur usaha pengujian yang diterapkan pada aplikasi perangkat lunak. Hal ini bertujuan untuk memeriksa kode secara langsung dan termasuk white box testing. Process ini dapat mengidentifikasi kode yang telah dieksekusi dan mana yang tidak. Code coverage dan unit testing saling melengkapi. Unit testing mengacu kepada kebutuhan kinerja sedangkan code coverage menyelesaikan sisanya.

Flow of Document & System Context

Banyak cara untuk menjelaskan proses bisnis yang berlaku pada suatu enterprise. Informasi ini bisa didapatkan berdasarkan hasil wawancara, observasi atau temuan-temuan di lapangan dan kesimpulan dari pertemuan yang diadakan antara pengembang sistem dan pihak yang menginginkan sistem. Hal ini berguna bagi manajemen atas, menengah dan bawah yang terlibat secara langsung dalam pengembangan sistem. Deskripsi dari sistem keseluruhan bisa dinyatakan secara deskripsi tekstual tetapi masih memungkinkan kesalahan interprestasi dari pernyataan yang dibuat. Untuk keperluan tersebut maka disediakan beberapa diagram yang dapat menggambarkan proses bisnis yang ada antara lain melalui Bussiness Process Model, Workflow atau Flow of Document, System Context Diagram dan Data Flow Diagram.